Kerajaan Salaka Domas

Kerajaan Salaka Domas -- Jauh lebih tua dari peradaban bangsa Mesir (6000 SM), peradaban Sunda telah ada antara 30.000 - 12.000 tahun sebelum Masehi. Istilah  Sunda sama sekali bukan nama etnis (suku) yang tinggal di Jawa Barat, sebab Sunda merupakan nama wilayah besar yang ditimbulkan oleh adanya ajaran Sundayana (yana : ajaran) yang disebarluaskan oleh Maharaja Resi Prabhu Sindhu (ayah dari Da Dayang Sumbi).

Adapun Inti dari ajaran Prabhu Sindhu atau Sintho (di Jepang) dan di India menjadi Hindu (Hindus) adalah ajaran 'budhi-pekerti' dan ketata-negaraan yang disebut sebagai Salaka Domas. Sebenarnya Indonesia memiliki beberapa nama, namun pada umumnya bangsa Indonesia hanya mengenal nama Nusantara saja, padahal awalnya bernama: Dirgantara kemudian menjadi Swargantara lalu menjadi Dwipantara setelah itu menjadi Nusantara dan kini disebut Indonesia.

Lalu mengapa masyarakat setempat menganggap Kujang lebih tua dari Keris? dan apa sebabnya Kujang sering dikaitkan dengan Sunda? oleh sebab-sebab itulah kita harus melihat runtun kejadian di negara kita melalui catatan sejarah dan bukan mithos. Pada dasarnya penggambaran Kujang itu sama dengan Garuda Pancasila di jaman sekarang. Artinya, kujang sama dengan lambang negara yang mengandung inti ajaran kenegaraan (ideologi bangsa) atau ageman (agama) bangsa.

Kujang merupakan simbol Api (Ra = api kehidupan) bagi masyarakat pegunungan (dataran tinggi), dan kelak ketika negera ini mengembangkan diri menjadi Kerajaan Maritim maka lahirlah bentuk Keris sebagai simbol Air (Naga atau dunia wanita/ Ibu atau Ibu Pertiwi). Singkatnya, Kujang sebagai Ra dan Keris sebagai Naga, maka terbentuklah konsep Naga dan Ra, lalu kita menyebutnya sebagai Nagara, kemudian lambat laun menjadi Negara.
  • Jaman Dirganta-Ra (Wilayah api kehidupan yang bercahaya) artinya Kujang dijadikan sebagai simbol Batara Durga (Api yang memberi kehidupan).
  • Jaman Swarganta-Ra (Wilayah kehidupan mandiri yang bercahaya) artinya Kujang dijadikan sebagai simbol Matahari (Sang Hyang Manon).
  • Jaman Dwipanta-Ra (Kehidupan Negeri Cahaya Kembar atau Merah-Putih) artinya Kujang dijadikan sebagai simbol ajaran cahaya (merah/api/matahari) atau Salaka Domas, dan Keris dijadikan sebagai simbol negara air (maritim) atau Salaka Nagara artinya lahirnya konsep "Cahaya Kembar" (Dwi) Naga dan Ra dengan simbol Kujang dan Keris atau Merah dan Putih (Vertikal dan Horisontal).
  • Maka itu sebabnya pula Prabhu Air Langga (tahun 1000 Masehi) disimbolkan mengendarai Garuda Wisnu (Menunggang seekor burung yang berdiri (bertumpu) di atas Naga/ular) yang mensiratkan era Banjaran Nagara.
  • Jaman Nusantara (Gerak/Kehidupan Manusa Cahaya) artinya menggambarkan lahirnya Panji Cahaya (Bende-Ra) sebagai lambang Negara (bendara Merah-Putih). Sebagai negara Maritim dalam era ini Keris lebih banyak berperan dibandingkan Kujang. Pada zaman ini dikenal sebagai era Pajajaran Nagara
  • Jaman Indonesia (konsep negara Re-Publik), kerajaan diruntuhkan dan direbut atau dirampok oleh rakyat (Ra-Hayat).
Adapun makna simbol Kujang dan Keris adalah sebagai berikut:
  • Kujang => simbol Batara Durga => simbol Dewa Api => simbol negara Matahari => simbol Salaka Domas => simbol Merah => Horisontal
  • Keris => simbol Dewa Air => simbol negara Maritim => simbol Salaka Nagara => simbol Putih => Vertikal
Sebenarnya, nama Bende-Ra sendiri sama sekali jauh berbeda dengan Flag dalam bahasa Inggris sebab Merah-Putih adalah lambang kehidupan keagamaan dan kenegaraan bangsa yang telah mampu menciptakan sistem tanda yang agung. Keunggulan dan keagungan suatu bangsa ditandai oleh kemampuan mereka dalam menciptakan sistem tanda untuk berkomunikasi, dan bangsa kita sudah melakukannya sejak ribuan tahun lalu. Untuk itulah sebagai warga Negara RI kita wajib bersyukur.
http://kasepuhan-sundapura.blogspot.co.id/2009/01/salaka-domas-dan-salaka-nagara.html

Posted by Wasiwa
Wasiwa Updated at: April 23, 2015

0 komentar:

Post a Comment