Jenis-jenis Ikan Lele (Clarias sp)


a. Ikan lele Dumbo
Lele yang berada di Indonesia bermacam-macam jenisnya. Terutama jenis lele yang biasa dikonsumsi seperti lele Afrika, Dumbo, dan Lokal. Lele Afrika (Clarias gariepinus) merupakan jenis ikan lele yang berasal dari Afrika yang diimpor ke Indonesia untuk dikawin silangkan dengan lele Lokal dan dinamakan lele Dumbo.

b. Ikan lele Lokal
Lele Lokal (Clarias batrachus) atau yang sering disebut dengan “walking catfish” ini merupakan lele habitat asli di Indonesia. Dinamakan walking catfish karena kemampuanya untuk berjalan didaratan untuk mencari makanan atau lingkungan yang cocok. Lele ini berjalan dengan menggunakan sirip pektoral untuk mengangkat tubuhnya dan berjalan menyerupai ular.

c. Ikan lele Sangkuriang
Lele Dumbo yang ada di Indonesia mengalami penurunan kualitas diakibatkan sering terjadinya perkawinan satu keturunan (inbreeding). Untuk itu Balai Besar Pengembangan Budidaya Air Tawar (BBPBAT) memutuskan untuk melakukan pemurnian kembali. Betina keturunan kedua lele Dumbo asli dari Afrika Selatan (F2) dikawinkan dengan pejantan keturunan keenam yang Lokal (F6). Dari proses pemurnian Back cross ini anakan yang dihasilkan kemudian dinamakan Lele Sangkuriang. Melihat hal diatas bahwa lele Sangkuriang adalah lele Dumbo hasil pemuliaan atau peremajaan.

Secara garis besar ikan lele Sangkuriang memiliki tingkat pertumbuhan dan kualitas dan kuantitas fekunditas yang lebih baik dibanding dengan lele Dumbo sebelumnya. Lele Sangkuriang memiliki fekunditas 33.33% lebih tinggi dibandingkan lele Dumbo dan umur pertama matang gonad yang lebih tua. Pada pemeliharaan umur 5-26 hari ikan ini menghasilkan laju pertumbuhan harian 43.57% lebih tinggi dibandingkan lele Dumbo sedangkan pada pemeliharaan umur 26-40 hari 14.61% lebih tinggi. Pada pembesaran calon tetua tingkat pertama dan kedua, lele Sangkuriang menghasilkan laju pertumbuhan yang lebih tinggi dibandingkan lele Dumbo yaitu 11.36% dan 16.44%. sedangkan pada pembesaran kelas konsumsi, konversi pakan pada lele Sangkuriang mencapai 0.8 dibandingkan lele Dumbo yang mencapai >1 (Sunarma et al. dalam Hilwa 2004).

d. Ikan Lele Albino
Lele Albino merupakan lele jenis apa saja yang memiliki gen resesif dari parental, tercermin dari warnanya yang putih akibat gen yang tidak dapat membentuk pigmen melanin. Biasanya ikan lele Albino ini dipertahankan dan diperbanyak oleh beberapa pembudidaya karena tergolong ikan lele hias serta memiliki nilai ekonomis yang lebih tinggi dibandingkan ikan lele konsumsi pada umumnya. Kulitnya berwarna merah keputihan dan ada bercak hitam. Memiliki sirip mengeras pektoral yang tumpul dan tidak berbisa.

e. Hubungan Kekerabatan Genetik
Setiap populasi di alam akan memberikan respon yang berbeda terhadap lingkungan yang berdampak pada terjadinya perbedaan bentuk, sifat, dan karakter mahluk hidup satu spesies di tempat yang berbeda. Sifat-sifat yang muncul ini yang digunakan untuk mempelajari hubungan kekerabatan.

Pendekatan morfologi merupakan sifat yang paling sering digunakan dalam mempelajari hubungan kekerabatan pada suatu populasi atau spesies (Rafsanjani 2011). Kelemahan dari pendekatan secara morfologi adalah tingkat subjektifitas sangat tinggi, dan kondisi lingkungan yang harus selalu dijaga (Hu dan Quiros 1991 dalam Rafsanjani 2011). Pendekatan lain yang sering digunakan berupa isoenzim dan enzym. Isoenzim dapat membentuk lokus-lokus yang pada gel yang merupakan hasil dari elektroforesisi protein (Abdelhamid, 1988; Rognon et al. 1996; Agnese et al. 1997).

Beeching et al (1993) mengemukakan bahwa setiap makhluk hidup memiliki DNA sumber informasi dan selalu konsisten pada setiap sel di jaringan tubuh. DNA tidak terpengaruhi oleh lingkungan luar. Urutan DNA menunjukan variasi yang lebih tinggi dibandingkan asam amino dalam enzim oleh karena itu DNA merupakan sumber polimorfisme yang baik dan sangat potensial. Hal tersebut menjadikan keunggulan untuk DNA dalam menganalisis hubungan kekerabatan genetik.

Posted by Wasiwa
Wasiwa Updated at: January 03, 2015

0 komentar:

Post a Comment