Sistem Rangka Ikan Bandeng

Menurut Buchar (1991), tulang rangka ikan terdiri dari dua macam, yaitu rangka chondrichthyes (tulang rawan) dan osteicthyes (tulang sejati). Rangka berfungsi untuk menegakkan tubuh, menunjang atau menyokong organ-organ tubuh dan berfungsi pula dalam pembentukan buti-butir darah merah. Berdasarkan letaknya tulang sebagai penyusun rangka dikelompokan dalam tiga bagian, yaitu tulang aksial (tengkorak, tulang belakang, tulang rusuk), veskeral (lengkung insang, tulang-tulang pada bagian kepala yang tidak termasuk dalam tulang tengkorak), apendikular (rangka anggota badan seperti jari-jari sirip dan tulang sirip).

Skeleton hewan yang dibentuk oleh tulang merupakan struktur yang hidup. Tulang mempunyai vasa darah, vasa limfatik, dan nerius dan dapat menjadi sasaran penyakit, mampu memperbaiki diri dan menyesuaikan diri terhadap perubahan-perubahan dengan adanya suatu stress (Pratigyo, 1984).

Kerangka tubuh ikan disebut skeleton. Sisik ikan yang mengandung zat tulang disebut pula rangka luar, rangka dari tulang-tulang disebut rajum dalam, jadi pada ikan susunan rangkanya dapat dibagi rangka luar dan rangka dalam  (Mahardono, 1979).

Pada  rangka pada ikan Bandeng (Chanos-chanos) merupakan tempat melekatnya otot. Adanya tulang maka tubuh ikan mujair memiliki bentuk yang tetap, hal ini merupakan beberapa fungsi dari tulang ikan bahwa tulang-tulang dalam tubuh vertebrata membentuk rangka. Fungsi rangka antara lain memberi bentuk tubuh, sebagai alat gerak, melindungi alat-alat tubuh yang lemah, sebagai tempat melakatnya otot, untuk menegakkan tubuh, dan tempat pembentukan sel-sel darah. Tulang pada ikan mujair memiliki perberdaan antara tulang bagian ekor, tulang bagian perut, dan tulang ekor pertama. Dari gambar terlihat bahwa pada tulang bagian perut terdapat sepasng rusuk yang berfungsi untuk melindungi organ-organ yang berada pada bagian perut atau rongga badan. Tulang punggung pada daerah badan berbeda dengan yang terdapat pada daerah ekor. Tiap-tiap ruas didaerah badan dilengkapi oleh sepasang tulang rusuk kiri dan kanan untuk melindungi organ-organ didalam rongga badan. Batang ekor tiap-tiap ruasnya dibagian bawah hanya terdapat satu cucuk hermal dan bagian atas ruas tulang punggung terdapat cucuk neural.

Secara tidak langsung, bentuk rangka menentukan bentuk tubuh ikan yang beraneka ragam. Bentuk tubuh ikan merupakan interaksi antara sistem rangka dengan sistem otot serta evolusi dalam adaptasi kedua sistem tersebut terhadap lingkungannya. Rangka yang menjadi penegak tubuh ikan terdiri dari tulang rawan dan atau tulang sejati. Osteichthyes terdiri dari tulang sejati. Sebagian besar tulang Osteichthyes pada permulaannya terbentuk melalui tahap tulang rawan, kemudian materialnya menjadi tulang sejati dalam bentuk bentuk yang khusus melalui osifikasi. Osifikasi merupakan proses perubahan tulang rawan menjadi tulang sejati atau tulang keras (Fujaya, 2004).

Sumber:
  • Achjar, M.,  1968.   Perikanan darat.  Sinar baru.  Bandung.
  • Effendy, 2007. Pengelompokan organ-organ pada ikan. Penebar swadaya. Jakarta
  • Fujaya. 2009. Klasifikasi Ikan Bandeng. Penebar Swadaya, Jakarta
  • Mahardono. 1979. Kerangka Ikan Disebut Skelenton. PT. Gramedia, Jakarta
  • Raharjo. 1980. Otot Pembentuk Tubuh Ikan. P.T Gramedia, Jakarta
  • Sutoyo, 2007,Anatomi Komparativa. Penerbit Alumni, Bandung
  • Suyanto. 2009. Morfologi Ikan Bandeng. Penebar Swadaya, Jakarta
  • Sjafei. 1989. Epaksial Dan Hipaksial. P.T Gramedia, Jakarta
  • Anonymous. Cara makan ikan bandeng (http://deradesrita.blogspot.com/2011/11/ikan-bandeng-chanos-chanos.html)
  • Annonimous. Morfologi ikan bandeng http://pengembangan penyuluhansinjai. blogspot. com /2012 /01/pengolahan-bandeng-tanpa-duri.html
  • Anonymous. Sistem rangka ikan bandeng (http://pade mawu. nblogspot. com/2013 /05 /ikan- bandeng.html)
  • Annonimous. Anatomi ikan bandeng (http://deradesrita.blogspot.com/2011/11/ikan-bandeng-chanos-chanos.html)

Posted by Wasiwa
Wasiwa Updated at: January 23, 2014

0 komentar:

Post a Comment