Sistem Otot Ikan Bandeng

Roharjo (1980) Mengemukakan  system otot disebut juga dengan system urat daging yang berfungsi sebagai bentuk tubuh dan penghasil daya gerak terhadap ikan. urat daging yang terhadap di kedua sisi tubuh Ikan dapat di bedakan menjadi dua bagian, yaitu epaksial dan hipaksial. Kedua bagian tersebut dipisahkan oleh suatu selaput yang di namakan horizontal akletogeneous septum. Dibagian permukaan selaput ini terdapat urat daging yang menutupinya yaitu musculus Lateralis superficialitas yang banyak mengandung Lemak karena warna merah kehitaman.

Pada garis besarnya ikan mempunyai tiga macam urat daging yaitu urat daging bergaris, urat daging licin, dan urat daging jantung. Otot Jantung adalah otot yang cara kerjanya tidak di pengaruhi oleh rangsang, sedangkan otot polos dan otot lurik di pengaruhi oleh rangsangan Otot merupakan pembentuk rangka. Otot berperan dalam pergerakan organ tubuh atau bagian tubuh. Kemampuan otot untuk berkontraksi disebabkan oleh adanya serabut kontraktil (Mahardono,1979).

Otot pada ikan dibagi oleh suatu sekat horizontal menjadi otot epaksial yaitu otot yang terletak di atas sekat horizontal, dan otot hipaksialis yang terletak di bawah sekat horizontal (Fujaya, 2004). Menurut Sjafei (1989) urat daging yang terdapat di kedua sisi tubuh ikan dapat dibedakan menjadi dua bagian, yaitu epaksial dan hipaksial. Kedua bagian tersebut dipisahkan oleh suatu selaput yang dinamakan horizontal akletogeneous septum. Dibagian permukaan selaput ini terdapat urat daging yang menutupinya “musculus lateralis superficialis“ yang banyak mengandung lemak karena warna yang merah kehitaman.

Dari penempelnya juga dapat dibedakan menjadi dua yaitu urat daging yang menempel pada rangka, ialah urat daging licin dan urat daging jantung ( Hardanto, 1979). Otot jantung adalah otot yang cara kerjanya tidak dipengaruhi oleh rangsang sedankan otot polos dan otot lurik dipengaruhi oleh rangsang, pada otot polos tidak memperlihatkan adanya garis-garis melintang dan terdapat pada sistem-sistem yang menjalankan fungsinya secara otomatis (Soewasono, 1960). Dalam tubuh terdapat tiga macam jaringan otot yaitu otot polos yang tidak dipengaruhi oleh rangsang, otot serat lintang involunter (tidak dipengaruhi kehendak) dan otot serat lintang volunter (dipengaruhi oleh kehendak) ( Frandson, 1983).

Sumber:
  • Achjar, M.,  1968.   Perikanan darat.  Sinar baru.  Bandung.
  • Effendy, 2007. Pengelompokan organ-organ pada ikan. Penebar swadaya. Jakarta
  • Fujaya. 2009. Klasifikasi Ikan Bandeng. Penebar Swadaya, Jakarta
  • Mahardono. 1979. Kerangka Ikan Disebut Skelenton. PT. Gramedia, Jakarta
  • Raharjo. 1980. Otot Pembentuk Tubuh Ikan. P.T Gramedia, Jakarta
  • Sutoyo, 2007,Anatomi Komparativa. Penerbit Alumni, Bandung
  • Suyanto. 2009. Morfologi Ikan Bandeng. Penebar Swadaya, Jakarta
  • Sjafei. 1989. Epaksial Dan Hipaksial. P.T Gramedia, Jakarta
  • Anonymous. Cara makan ikan bandeng (http://deradesrita.blogspot.com/2011/11/ikan-bandeng-chanos-chanos.html)
  • Annonimous. Morfologi ikan bandeng http://pengembangan penyuluhansinjai. blogspot. com /2012 /01/pengolahan-bandeng-tanpa-duri.html
  • Anonymous. Sistem rangka ikan bandeng (http://pade mawu. nblogspot. com/2013 /05 /ikan- bandeng.html)
  • Annonimous. Anatomi ikan bandeng (http://deradesrita.blogspot.com/2011/11/ikan-bandeng-chanos-chanos.html)

Posted by Wasiwa
Wasiwa Updated at: January 23, 2014