Ordo Squamata

Squamata merupakan kelompok Reptilia terbesar dengan jumlah spesies terbanyak. Habitat anggotanya mulai dari bawah tanah hingga pepohonan, dari gurun hingga ke laut, dan dari ekuator sampai Arctic. Anggotanya biasanya tetrapoda akan tetapi pada subordo Serpentes/Ophidia dan sedikit anggota dari Lacertilia tungkainya mereduksi (Cambell et al., 2002).

Secara umum memiliki ciri-ciri antara lain tubuhnya ditutupi oleh sisik yang terbuat dari bahan tanduk. Sisik ini mengalami pergantian secara periodik yang disebut molting. Sebelum mengelupas, stratum germinativum membentuk lapisan kutikula baru di bawah lapisan yang lama. Pada Subordo Ophidia, kulit/sisiknya terkelupas secara keseluruhan, sedangkan pada Subordo Lacertilia, sisiknya terkelupas sebagian. Bentuk dan susunan sisik-sisik ini penting sekali sebagai dasar klasifikasi karena polanya cenderung tetap. Pada ular sisik ventral melebar ke arah transversal, sedangkan pada tokek sisik mereduksi menjadi tonjolan atau tuberkulum; memiliki tulang kuadrat; memiliki ekstrimitas. Kecuali pada Subordo Ophidia, Subordo Amphisbaenia, dan beberapa spesies Ordo Lacertilia; berkembang biak secara ovovivipar atau ovipar dengan vertilisasi internal; persebarannya sangat luas, hampir terdapat di seluruh dunia kecuali Arktik, Antartika, Irlandia, Selandia Baru, dan beberapa pulau di Oceania. Ciri lain dari Squamata adalah tidak adanya gigi vomer, tidak ada hubungan antara pterygoid dan vomer, columella pipih, dan hemipenis yang berkembang dengan baik (Cambell et al., 2002).
Ordo Squamata dibedakan menjadi 3 sub ordo yaitu :
  • Subordo Lacertilia/ Sauria
  • Subordo Serpentes/ Ophidia
  • Subordo Amphisbaenia
a. Subordo Lacertilia/ Sauria
Subordo Lacertilia umumnya adalah hewan pentadactylus dan bercakar, dengan sisik yang bervariasi. Sisik tersebut terbuat dari bahan tanduk namun ada pula yang sisiknya termodifikasi membentuk tuberkulum. Dan sebagian lagi menjadi spina. Sisik-sisik ini dapat mengelupas. Pengelupasannya berlangsung sebagian dalam artian tidak semua sisik mengelupas pada saat yang bersamaan (Zug,1993).

Selain itu pada Lacertilia mereka memiliki kelopak mata dan lubang telinga. Lidah Lacertilia panjang dan adapula yang bercabang. Pada beberapa spesies lidah ini dapat ditembakkan (projectile) untuk menangkap mangsa seperti pada genus Chameleon. Beberapa anggota Subordo Lacertilia banyak yang memiliki kemampuan untuk melepaskan ekornya  (autotomi) (Zug, 1993).

b. Subordo Serpentes/ Ophidia
Subordo serpentes dikenal dengan keunikannya yaitu merupakan Reptilia yang seluruh anggotanya tidak berkaki (kaki mereduksi) dari ciri-ciri ini dapat diketahui bahwa semua jenis ular termasuk dalam subordo ini. Ciri lain dari subordo ini adalah seluruh anggoanya tidak memiliki kelopak mata. Sedangkan fungsi pelindung mata digantikan oleh sisik yang transparan yang menutupinya. Berbeda dengan anggota Ordo Squamata yang lain, pertemuan tulang rahang bawahnya dihubungkan dengan ligament elastis (Zug, 1993).

Keunikan lain yang dimiliki oleh subordo ini adalah seluruh organ tubuhnya termodifikasi memanjang. Dengan paru-paru yang asimetris, paru-paru kiri umumnya vestigial atau mereduksi. Memiliki organ perasa sentuhan (tactile organ) dan reseptor yang disebut Organ Jacobson ada pula pada beberapa jenis yang dilengkapi dengan Thermosensor. Ada sebagian famili yang memiliki gigi bisa yang fungsinya utamanya untuk melumpuhkan mangsa dengan jalan mengalirkan bisa ke dalam aliran darah mangsa (Zug, 1993).

c. Subordo Amphisbaenia
Subordo Amphisbaenia dipisahkan dari Lacertilia dikarenakan bentuk morfologinya yang berbeda dan lebih menyerupai cacing yang dihubungkan dengan modifikasi anatomi dikarenakan anggotanya hidupnya fossorial. Penampakan segmentasi pada Amphisbaenia sangat unik jika dibandingkan dengan Reptilia lain, meskipun garis keturunannya sangat dekat dengan Lacertilia (Zug, 1993).

Sebagai hewan fossorial, Amphisbaenia memiliki tengkorak yang kompak dikarenakan kepalanya digunakan untuk menggali. Mata tereduksi akan tetapi masih dapat digunakan untuk melihat. Tidak ditemukan adanya telinga luar, tungkai dan gelang bahu (kecuali pada Bipes). Tubuhnya memanjang dan memiliki ekor yang pendek. Seperti pada vertebrata tak bertungkai lainnya, salah satu paru-paru mereduksi, dan paru-paru yang mereduksi adalah paru-paru kanan (Zug, 1993).

Subordo Amphisbaenia merupakan bagian dari Ordo Squamata yang tidak berkaki namum memiliki kenampakan seperti cacing karena warnanya yang semu merah muda dan sisiknya yang tersusun seperti cincin. Kelangkaannya dan kehidupnya yang meliang menjadikan sedikit keterangan yang bisa diketahui dari subordo ini (Grzimek, 2003).

Kepalanya tidak memisah dari lehernya, tengkorak terbuat dari tulang keras, memiliki gigi median di bagian rahang atasnya tidak memiliki telinga luar dan matanya tersembunyi oleh sisik dan kulit. Tubuhnya memanjang dan bagian ekornya hampir menyerupai kepalanya (Grzimek, 2003). Untuk kenapa sisik pada ikan tidak seperti ular dapat terkelupas? akan dibahas minggu depan.


Daftar Pustaka
  • Brotowijoyo.Djarubito Mukayat. 1994. Zoologi Dasar. Bandung: Erlangga
  • Cambell, N.A.,Reece, J.B.,Mitchell, L.G., 2002. Biologi. Alih bahasa lestari, R. et
  • al. safitri, A., Simarmata, L., Hardani, H. W. (eds). Erlangga, Jakarta.
  • Kurniati, M.Pd. Tuti dkk. 2009. Zoologi Vertebrata. UIN SGD. Banadung.
  • Lilis Suhaerah. 2006. Zoologi Vertebrata. Ardesigen. Bandung
  • Madison, Harold. 1958. Vertebrate Anatomy. The macmillan, New York.
  • Simarmata, L., Hardani, H. W. 2003. (eds). Erlangga, Jakarta.
  • Zug, George R. 1993. Herpetology : an Introductory Biology of Ampibians and Reptiles. Academic Press. London, p : 357 – 358.


Posted by Wasiwa
Wasiwa Updated at: January 24, 2014

0 komentar:

Post a Comment