Ordo Marsupialia (Klas Mamalia)

1.1 Latar Belakang (Makalah Oleh: Juniarto)
Kingdom animalia memiliki beberapa tingkatan untuk membagi hewan-hewan yang terdapat di muka bumi ini. Tingkatan tertinggi pada kingdom animalia tersebut adalah mamalia. Pada umumnya, semua jenis mamalia memiliki rambut yang menutupi tubuhnya. Jumlah rambut tersebut berbeda-beda antara spesies yang satu dengan yang lain.  Ada spesies yang seluruh tubuhnya ditutupi oleh rambut dan ada pula spesies yang hanya memiliki rambut di tempat-tempat tertentu pada bagian tubuhnya. Mamalia merupakan hewan yang bersifat homoioterm atau sering disebut hewan berdarah panas. Hal ini dikarenakan kemampuannya untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan sekitar.

Sebutan mamalia sendiri berasal dari keberadaan glandula (kelenjar) mamae pada tubuh mereka yang berfungsi sebagai penyuplai susu. Seperti yang kita ketahui bahwa mamalia betina menyusui anaknya dengan memanfaatkan keberadaan kelenjar tersebut. Walaupun mamalia jantan tidak menyusui anaknya, bukan berarti mereka tidak memiliki kelenjar mamae. Semua mamalia memiliki kelenjar mamae, tetapi pada mamalia jantan kelenjar ini tidaklah berfungsi sebagaimana pada mamalia betina.

Seperti telah dikatakan sebelumnya bahwa mamalia merupakan tingkatan tertinggi pada kerajaan hewan. Hal ini mengakibatkan segala proses yang dilakukan oleh mamalia lebih tinggi daripada jenis animalia lainnya. Mulai dari sistem pencernaan , pernafasan , peredaran darah , urogenital , hingga sistem syarafnya. Oleh karena itu perlulah kita mengetahui tentang karakteristik, struktur tubuh, cara hidup, dan habitat dari class mamalia beserta peranannya dalam kehidupan manusia guna menunjang pengetahuan kita.


1.2 Rumusam Masalah

  • Apakah yang dimaksud hewan Marsupialia?
  • Apa saja contoh hewan dari ordo marsupialia?
  • Bagaimana struktur morfologi Macropus rufus
  • Bagaimana struktur anatomi Macropus rufus

1.3 Tujuan Makalah
  • Mengetahui ciri-ciri umum ordo Marspialia.
  • Mengetahui contoh dari hehewan dari ordo marsupialia.
  • Mengetahui struktur morfologi Macropus rufus
  • Mengetahui struktur anatomi Macropus rufus

Bab II
Pembahasan

2.1 Pengertian Marsupialia
Marsupialia (hewan berkantung), mamalia yang memilki kandungan ganda, melahirkan anak yang perkembangannya masih sangat kurang lengkap dan juga ukurannya sangat kecil serta masih lama menempel pada puting induknya. Marsupialia, baik yang sekarang masih hidup maupun yang sudah menjadi fosil, tergolong infrakelas Metatheria yang bersama dengan Eutheria (mamalia sejati). Infra kelas mamalia yang masih hidup dan yang masih tersisa adalah Prototheria hanya mencangkup monotremata (hewan kloaka) atau mamalia (hewan menyusui) yang bertelur (platypus).

Marsupialia merupakan satu-satunya ordo Metatheria dan karena itu disebut juga Didelphia , suatu nama yang ada dengan kandungan ganda. Pada semua marsupialia saluran urine (ureter) yang berjalan dari ginjal ke kantung urine, membagi alat-alat kelamin yang sedang berkembang sehingga pada betina dewasa baik kandungan maupun vagina (penyalur pengangkatan spermatozoa yang akan membuahi), merupakan struktur ganda. Pada marsupialia jantan , kedua penyalur sperma yang akan menghantarkan spermatozoa dari testis ke alat kopulasi (penis), terletak di luar saluran urine sedangkan pada mamalia sejati (theria) terletak diantara saluran-saluran urine. Ciri-ciri organ untuk berkembang biak merupakan satu-satunya cara pasti untuk membedakan antara marsupialia dan mamalia sejati. Sebelum perbedaan ini diketahui beberapa diantara marsupialia yang dewasa ini masih hidup digolongkan mamalia sejati. Kantung yang telah memberi nama kepada hewan berkantung, sebenarnya bukan merupakan ciri mutlak, bahkan bukan suatu ciri umum kelompok ini. Kantung ini misalnya sama sekali tidak ada pada marsupialia primitif. Beberapa fosil yang kini dianggap mamalia yang dinaggap suatu infra kelas yang diragukan, mungkin juga merupakan marsupialia tetapi oleh karena fosil yang tersimpan dan masih utuh organ-organnya untuk berkembang baik mungkin tidak dapat ditemukan hingga harus menggunakan ciri-ciri anatomis lain.

2.2 Contoh hewan dari ordo marsupialia
kanguru (Macropus rufus). Kanguru atau kangguru adalah hewan mamalia yang memiliki kantung (marsupialia). Hewan ini termasuk hewan khas Australia. Kata kanguru diambil dari bahasa Aborigin gangguru. Kanguru memiliki kebiasaan tidur pada siang hari dengan udara yang panas dan berkembang biak apabila ada hujan dan tumbuh tanaman  baru.

Tidak semua kanguru memiliki kantung, hanya kangguru betinalah yang memiliki kantung. Kekhasan genetik lah yang membuat Kanguru memeiliki perbedaan fisik dengan hewan lainnya, dimana kanguru betina akan kemiliki kantung di perutnya, dan biasa digunakan untuk menggendong anaknya. Anak kanguru akan selalu memiliki naluri untyuk berlindung di dalam kantung induknya, terutama di masa ia masih kecil, Selain itu anak kanguru yang masih kecil juga meminum ASI yang bisa diperolehnya dari dalam kantung tersebut.

2.3 Struktur morfologi Kanguru (Macropus rufus)
Kangguru mempunyai kepala yang kecil, berbulu, dan bermoncong. Mereka bias menggerakan kupingnya dari depan ke belakang mengikuti suara.kemampuan ini sangat menolong mereka dari bahaya, terutama pemangsa.

Kaki belakang kangguru ukuranya lebih besar dari kaki depan. Kaki ini digunakan untuk melompat dan menyelamatkan diri dari musuh. Adapun kaki depanya digunakan untuk menarik daun atau menggali tanah saat mencari air. Ekor kangguru kuat dan berotot. Ekor ini berfungsi sebagai penopang keseimbangan kangguru saat berdiri.

2.4 Struktur Anatomi Kanguru (Macropus giganteus)
Pada bagian anatomi mamalia umumnya terdapat jantung (cor) sempurna yang terbagi atas empat ruangan (dua auricula, dua ventricula), hanya archus aorticus sinistrum masih ada, erythrocytnya tidak berinti, biasanya bulat. Pernafasannya hanya dengan pulmo (paru-paru), larynx mempunyai tali suara, memiliki musculus  diaphragmaticus yang sempurna  memisahkan pulmo dan cor dengan rongga abdominalis.Memiliki vesica urinaria,hasil ekskresi berupa cairan urine.Memliki 12 nervikranialis,otak berkembang baik. Kedua cerembrum dan cerebellum besar. Suhu tubuh tetap (homoiotherm). Pada hewang jantan memiliki alat kopulasi berupa penis,testis umumnya terdapat dalam scrotum yang terletak di luar abdomen.

Fertilisasi terjadi dalam,telur biasanya kecil tanpa cangkok  dan tinggal dalam uterus untuk tumbuh selanjutnya memiliki mebrana embrionyca (amniom dan corium),biasanya memiliki plasenta yang menghubungkan embrio dengan dingding uterus yang di gunakan untuk nutrisi dan respirasi anaknya di asuh setelah lahir dan di susui.

2.5 Sistem Gerak Pada Kangguru (Macropus giganteus)
Kanguru merupakan hewan yang unik, dia bergerak dengan cara melompat, kanguru mampu melompat dengan kecepatan 20-25 km/jam (kategori lambat), 40-45 km/jam (umumnya), 70km/jam (cepat). Kanguru dapat melompat seperti itu karena didukung oleh struktur kaki terutama telapak kakinya yang dibentuk oleh otot tebal yang juga dapat memantul-mantul, selain bergerak kanguru juga bisa berlari dengan langkahan selang-seling kaki yang tidak menapak di tanah, jadi seolah-olah seperti melompat, jika sedang berjalan seperti itu, kanguru memerlukan bantuan dari ekornya untuk mengibas ke kiri dan ke kanan. Kanguru tidak dapat berjalan mundur dikarenakan struktur tubuhnya yang melengkung ke depan dan struktur ekornya yang berotot.

2.6 Sistem Eksresi
Ginjal berbentuk seperti biji kacang, ruang median ginjal yang disebut pelvis renalis berhubungan dengan kandung kemih melalui ureter. Dari kandung kemih mengeluarkan uretra yang akan mngeluarkan urin melalui saluran urin. kangguru dominan sudah memiliki saluran yang terpisah, tidak seperti hewan vertebrata lain yang menggunakan kloaka. Kangguru dan  mamalia lainya memiliki saluran pembuangan sisa pencernaan melalui anus, urin melalui uretra, dan saluran reproduksi melalui vagina dan penis

2.7 Sistem Pernapasan
Alur-alur hidung mengandung tulang-tulang turbinal yang berkelok-kelok yang memperluas permukaan olfaktori. Laring beratap sebuah epiglottis yang mengandung pita-pita suara. Dua paru-paru masing-masing dalam ruang pleura yang terpisah. Fase aktif dalam pernapasan adalah inspirasi yang diikuti oleh depresi (perataan) dari diafragma dan elevasi dari tulang-tulang iga (dengan gerakan melengkung keluar).

2.8 Sistem Sirkulasi
Jantung berbilik empat pada kangguru sama dengan mamalia lainya yaitu mempunyai dua atria dan dua ventrikel yang terpisah secara sempurna. Terdapat sirkulasi ganda (sirkuit sistemik dan pulmoner). Pengiriman oksigen ke seluruh tubuh akan semakin meningkat karena tidak ada pencampuran darah yang kaya akan oksigen dengan yang miskin oksigen, jadi lebih sempurna dari kelas reptile. Sebgai hewan  mammalian, kangguru memerlukan lebih banyak oksigen per gram bobot tubuhnya dibandingkan dengan vertebratalain dengan ukuran tubuh yang sama.

2.9 Sistem Reproduksi
a.  Jantan
Terdiri atas testis, epididimis, vas deferens, dan penis. Vas deferens melewati bagian lateral dan posterior untuk kemudian bergabung dengan uretra. Kanguru jantan tidak memiliki vesikula seminalis, sehingga dalam siklus spermatogenesisnya, csperma yang dihasilkan tidak disimpan terlebih dahulu di kantung sperma melainkan langsung disalurkan. Kanguru memiliki saluran epididimisnya berukuran lebar dan memiliki testis yang juga lebar. Pada ujung penis kanguru, ditemukan sebuah percabangan dimana kedua cabang tersebut keduanya berfungsi untuk berkopulasi. Dalam sekali berkopulasi, kanguru jantan menghasilkan berjuta-juta sperma yang nantinya akan membuahi sel telur betina.
b. Betina
Masa kehamilan pada kanguru betina berkisar antara 18-38 hari tergantung spesiesnya, untuk spesies kanguru merah (Macropus rufus) mengalami masa kehamilan sekitar 33 hari. Kanguru betina berkopulasi saat bayi dalam kantungnya berganti puting susu, kanguru betina menghasilkan satu sel telur yang dibuahi oleh satu sel sperma, sel telur yang telah dibuahi tidak selalu langsung berkembang, sel telur tersebut memerlukan suhu yang minimum, oleh karena itu, sel telur dalam rahim kanguru akan dapat berkembang bila pada musim hujan. Namun jika kanguru tersebut berkopulasi saat musim hujan maka sel telur yang dibuahi tersebut akan langsung berkembang selama 33 hari.

Sistem reproduksi kanguru sangat berbeda dengan hewan lainnya. Embrio kanguru melewati beberapa tahap perkembangan di luar rahim, yang biasanya terjadi di dalam rahim.

Bab III
Penutup

3.1 Kesimpulan
  • Pada umumnya, semua jenis mamalia memiliki rambut yang menutupi tubuhnya. Jumlah rambut tersebut berbeda-beda antara spesies yang satu dengan yang lain. 
  • Mamalia merupakan hewan yang bersifat homoioterm atau sering disebut hewan berdarah panas. Hal ini dikarenakan kemampuannya untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan sekitar.
  • Sebutan mamalia sendiri berasal dari keberadaan glandula (kelenjar) mamae pada tubuh mereka yang berfungsi sebagai penyuplai susu. Seperti yang kita ketahui bahwa mamalia betina menyusui anaknya dengan memanfaatkan keberadaan kelenjar tersebut.
  • Contoh hewan dari ordo marsupialia adalah Kanguru (Macropus rufus)
  • Struktur morfologi kanguru kaki belakang kangguru ukuranya lebih besar dari kaki depan. Kaki ini digunakan untuk melompat dan menyelamatkan diri dari musuh. Adapun kaki depanya digunakan untuk menarik daun atau menggali tanah saat mencari air. Ekor kangguru kuat dan berotot. Ekor ini berfungsi sebagai penopang keseimbangan kangguru saat berdiri.
  • Sistem sirkulasi Jantung berbilik empat pada kangguru sama dengan mamalia lainya yaitu mempunyai dua atria dan dua ventrikel yang terpisah secara sempurna

3.2 Saran
Semoga dengan makalah ini, dapat menunjang dan membantu pembaca dalam menambah pengetahuan dan informasi yang bermanfaat tentang kelas Mamalia ordo Marsupialia. Karena minimnya literatur, makalah ini masih belum sempurna maka sangat di harapkan kritikan dan saran dari pembaca.

Daftar Pustaka


Huda, A. M. 2002. Vertebrata. Malang: UMM Press
Anonymous, (2011) .http://amiruddin88duniasatwa.blogspot.com/marsupialia
mamalia-berkantung.html/ diakses 29 Desember 2013.
Anonymous, (2012). http://kanggurudanielletsoin032.blogspot.com/ diakses 30
Desember 2013.
Anonymous, (2011). http://smart-pustaka.blogspot.com/2011/09/kanguru/ diakses
30 Desember 2013.

Posted by Wasiwa
Wasiwa Updated at: January 21, 2014

0 komentar:

Post a Comment